Monthly Archives: August 2008

nonton bola

Instead of working on outline skripsi, saya lebih memilih untuk menghabiskan sisa waktu tadi malam dengan menyaksikan pertandingan final Indonesia vs Libya. Walaupun kaki ini mulai terasa kaku setelah berdiri seharian mengamati skill bocah-bocah sekolah sepakbola ASIOP, tetapi panggilan Gelora Bung Karno tidak sanggup saya hiraukan. Kebetulan, tim Garuda di dadaku yang lain memang sedang berada di dalam stadion untuk mendokumentasikan moment berharga ini. Jadi, ya.. lumayan lah  bisa  dapat kartu freepass.

 

Sesampainya di depan stadion yang sudah mulai ramai, saya pun ragun untuk masuk. Masalahnya, freepass yang tersisa ternyata milik teman saya yang cukup ternama dan laki-laki sekali. Huh.. Daripada ribet, mending saya beli tiket sendiri aja deh.  Kebetulan (lagi) si Tommy, teman lama saya juga datang menyaksikan pertandingan final ini. 

 

Saya pun akhirnya menonton bersama Tommy dan beberapa temannya yang tidak henti-hentinya berbicara sepanjang pertandingan. Dasar. Laki-laki cerewet.

 

Sejak menit-menit awal pertandingan tim Libya mulai membuat masalah. Sedikit-sedikit jatuh. Sedikit-sedikit ditandu. Huh. Menyebalkan.  Hingga beberapa kali mereka melakukan hal tersebut, wasit pun terlihat mulai menyadari bahwa yang dilakukan para pemain Libya tersebut merupakan diving.  Bahkan, ketika mereka berhasil membuat satu gol di gawang Indonesia, toh mereka tak henti-hentinya melakukan diving. Asli’ deh! Nyebelin banget. Karena terbakar emosi kami pun tak henti-hentinya menerikan umpatan-umpatan kepada tim Libya. 

 

Setelah kami bosan mengumpat dengan kata-kata yang sama, dan menyadari bahwa semua umpatan tadi toh tidak dimengerti para pemain Libya, Tommy mengeluarkan umpatan lain “TERORIST!!!” Sebuah kata yang jangankan orang arab, orang kutub pun akan mengerti arti kata itu dan saya yakin 100% bahwa para pemain Libya itu pasti akan tersinggung. Heuhehe..;p

 

Tak lama, pertandingan babak pertama pun usai. Dari kursi penonton yang kami ibaratkan sebagai The Kop-nya Senayan, kami melihat kerricuhan terjadi di ruang ganti. Wartawan yang berada di sekitar lapangan pun terlihat berlarian menuju lorong ruang ganti yang kini juga dipenuhi oleh para polisi dengan tameng dan pentungan. Waduh.. ada apa ini?!

 

Hingga balon udara pertamina yang beterbangan mengelilingi stadion sepanjang waktu istirahat berhenti beroperasi, penyebab kericuhan ittu tidak kami ketahui. Kami pun menebak-nebak.. Apakah para pemain Libya itu mendengar umpatan-umpatan kami?!?!  Waduh.. jadi gak enak….

 

Ketika babak kedua kan segera dimulai, tak nampak satu-pun pemain atau official tim Libya di lapangan. Aneh. Jangan-jangan mereka WO (Walk Out). Perasaan kami makin tidak enak. Sedikit merasa bersalah sih, jadinya. Tapi terasa aneh juga. Pasalnya, setelah menunggu beberapa lama, tim berseragam hijau itu tidak kunjung muncul. Hingga akhirnya wasit memutuskan Indonesia menang WO atas Libya. Belakangan, seusai pertandingan teman saya yang sedang bertugas di lapangan menceritakan bahwa ternyata, perkelahian terjadi di lorong ruang ganti. Bukan antara pemain, tapi antara pelatih… Katanya sih, Beni Dolo (pelatih Indonesia) memukul pelatih Libya. Lol;p

 

Huh?

 

Aneh. Sungguh pertandingan final yang aneh, dari sebuah kompetisi yang aneh pula… Bayangin aja, coba. Udah kompetisi dibikin sendiri, Mainin 2 tim, Tim yang datang bertanding dari Negara-negara yang cemen sepakbolanya, penonton gak rame, pelatihnya yang berantem,  menang WO, lagi. Aneh.

 

Baru kali itu saya merasakan ‘hampa’ emosi ketika lagu We Are The Champion dinyanyikan seusai final… 

Advertisements

Malam

Sial.

Aku tidak bisa tidur malam ini

Entah karena kopi yang barusan ku minum,

Atau kamu yang berlari-lari dalam pikiranku

Sial!

Ketika saatnya tiba

                                                                                                  Tidakkah kau ingin pergi dari sini teman?

Berjalan menelusuri jalan setapak yang tidak pernah kau lalui.

Telanjang. Kaki tanpa alas.

Melewati jalan-jalan berbatu

Yang selama ini hanya bisa kau rasakan melalui pendengaranku…

                                                                                               Tidakkah kau ingin menyentuhnya teman?

Merasakan setiap desiran angin.

Setiap deru ombak di pantai yang tidak pernah sepi.

Yang selama ini hanya bisa kau bayangkan melalui pikiranku…

Tidakkah kau ingin melihatnya teman?

Silaunya mentari.

Panasnya yang menyakiti.

Semuanya nyata. Membutakan mata.

Sama, seperti yang pernah kurasa aku lihat.

Sudah saatnya teman.

Sudah tiba.

Buka pintu,

dan beranjak pergi.

Without You

Postingan si medy efektif juga menghilangkan ke-stress-an. Makanya, gue posting juga deh. heuheeh… Mungkin jawabannya agak-agak gak nyambung, makanya gue sertai dengan sedikit intrepetasi .. hauahhaha.. Biarpun agak sotoy, tapi lumayan juga sih.. lol;p

HERE WE GO

Directions:

1. Put your iPod, iTunes, Windows Media Player, etc. on shuffle.
2. For each question, press the next button to get your answer.
3. YOU MUST WRITE THAT SONG NAME DOWN NO MATTER HOW SILLY IT SOUNDS.


IF SOMEONE SAYS “IS THIS OKAY?” YOU SAY?
Warm Whisper = gak ngerti?!?!

HOW WOULD YOU DESCRIBE YOURSELF?
Melt = artinya gue orangnya gampang luluh..huehehe;p

WHAT DO YOU LOOK FOR IN A GUY/GIRL?
Smell Like teen spirit = artinya.. jiwa muda. Hauahhaha;p

HOW DO YOU FEEL TODAY?
Wonderwall = hari ini emang gue banyak bertanya-tanya dan meratapi nasib kerjaan
dan skripsi dan termin yang gak kunjung ada kejelasan.. haiahjahah;p

WHAT IS YOUR LIFE PURPOSE?
Songbird= Hmm.. mungkin… maksudnya jalan-jalan jauh, gitu?!? lol;p

WHAT IS YOUR MOTTO?
The Day We Find Love = halah.. ini apa, lagi?!!?

WHAT DO YOUR FRIENDS THINK OF YOU?
Always Where I Need To Be= Hauahah.. jadi gak enak nih.. ehm..ehm…;p

WHAT DO YOUR PARENTS THINK OF YOU?
Everything Will Flow = gue asosiasikan dengan santai. mungkin orangtua gue berpikir kalo gue terlalu santai!?!?

WHAT DO YOU THINK ABOUT VERY OFTEN?
Coffee = antara emang gue pecinta kopi atau mungkin kopi diasosiasikan sebagai suasana istirahat. jadi, mungkin, yang sering kalo gue pikirin adalah istirahat. Haiahahaha. Bener banget nih!

WHAT IS 2 + 2?
All Down Hill From Here = gak ngerti?

WHAT DO YOU THINK OF YOUR BESTIE [BEST FRIEND]?
Better that we Break = Waduh.. maksudnya!??!?!

WHAT DO YOU THINK OF THE PERSON YOU LIKE/LOVE?
Basket Case = apaan nih? Mukanya kaya basket case gitu?!? aneh… 

WHAT IS YOUR LIFE STORY?
Reject = Anjrit! apa-apan nih!?!? Hauahahaha.. nasib.. nasib…;p

WHAT DO YOU WANT TO DO WHEN YOU GROW UP?
Thanks God I Found You = Huahaha.. mungkin ini dampak dari jawaban yang diatas… pathetic..;p

WHAT DO YOU THINK WHEN YOU SEE THE PERSON YOU LIKE/LOVE?
Sweet Child O Mine = **sambil nyanyi** His face reminds me of a warm safe place where as a child i hide… lol;p

WHAT WILL YOU DANCE TO AT YOUR WEDDING?
Stolen – Iya. keren juga tuh….

WHAT IS YOUR HOBBY/INTEREST?
All I want Is You = the ‘stalker’ anthem.. hauahahha;p

WHAT IS YOUR BIGGEST FEAR?
Filmstar = Bener banget nih! Hal yang paling gue takutin dalam kehidupan gue saat ini! Anjrit! hauahahaha;p

WHAT IS YOUR BIGGEST SECRET?
No Ordinary Love = Hauahhahahahaha… It is not.. Huehehe It’s a secret, ok!?!?

WHAT DO YOU THINK OF YOUR FRIENDS?
Creep = penakut. hauhahahaha…. lol;p

WHAT WILL YOU POST THIS AS?
Without You 

takut global warming

Untuk mencapai kantor atau kampus, selain menggunakan transportasi umum, biasanya gue menggunakan sepeda motor matic. Suatu hari, gue terhenti di sebuah lampu merah di daerah pancoran. Tidak seperti biasanya, saat itu jalanan memang sedang lengang. jadi, yang berhenti pada saat lampu merah juga gak begitu padat. Gue terhenti di belakang jejeran sepeda motor, dan di apit oleh beberapa kendaraan roda 4. 


Beberapa detik berada di perhentian lampu merah itu, ternyata cukup membuat gue gerah. Udara di sekitar motor dan mobil itu sangat panas. Bahkan, gue rasakan  lebih panas dari teriknya matahari jakarta di musim kemarau, ketika jam 12 siang. 

Gue gak pernah menyadari bahwa udara di sekitar kendaraan bermotor itu sebegitu panasnya, hingga membuat gue merasa bersalah… Padahal, jumlah kendaraan pada waktu itu gak sebanyak hari-hari biasanya di jakarta. Dan itu, baru 1 lampu merah. Coba lo bayangkan ada berapa juta lampu merah di seluruh dunia…. Can you imagine how ‘burned’ is that?!?!!? Maka, seketika itu pula, gue mematikan mesin motor, hingga lampu kuning menyala…

Keesokan harinya, gue masih teringat rasa panas itu. Gue berusaha meneguhkan hati untuk gak lagi menggunakan kendaraan bermotor. Lebih baik gue menggunakan angkutan umum, atau sepeda seperti yang beberapa orang lakukan dengan kelompok bike to work-nya.

Sekarang ini, gue emang gak punya sepeda  yang layak buat dikendarai untuk menuju kantor. Yang ada malah sepeda punya abang gue yang bentuknya rada-rada aneh. Tau kan lo, sepeda-sepeda nyentik yang suka ada di video klip-video klip luar negri yang stangnya bulet dan aneh itu…? Tapi setelah gue pikir-pikir ga apa-apa juga sih dipake buat percobaan bike to work.

Maka, untuk menuju tempat meeting di Tornado Coffee, kemang, gue pun menggunakan sepeda itu. Dalam perjalanan, gue sukses mematahkan lampu dinamo sepeda nyentrik itu. huh. Dasar sepeda abal-abal. Masa baru dipake 1 kilo udah patah.. lol;p. Setelah mencomot lampu dinamo dan menaruhnya ke dalam ransel, gue kembali melanjutkan perjalanan. semuanya berjalan lancar dan menyenangkan, sebelum jalanan dekat Tornado Coffee tiba–tiba semakin meningggi. Sial. Tanjakan! ini yang paling gue takuti. Masalahnya, sepeda ini gak dirancang buat berjalan di atas tanjakan. Coba aja lo bayangin, di mana gue bisa bertumpu buat mengayuh sepeda dalam tanjakan kalo stangnya aja bulet macam harley davidson begini?!!? Geblek. Alhasil gue harus turun dari sepeda, dan mendorong sepeda iitu hingga jalanan kembali landai. Dan itu, my friend… CAPE’ GILA….?!?!?!?!

Huh.

Sesampainya di Tornado Coffee, kaki ini terasa sangat kencang. Saking kencangnya, gue bahkan bisa merasakan tarikan otot kaki yang membuat gue terus berjalan muter-muter ruangan kafe karena sulit untuk duduk. 

Kayaknya gue lebih memilih naik angkutan kota aja deh kalo kaya’ gini… 

Should I Stay or Should I Go?


    “… karena, ada dua hal yang orang kejar dalam pekerjaan, uang atau kepuasan… ”

 

Mungkin, dalam kehidupan nyata we can’t have them both. Tapi, ini bukan alasan juga buat kita gak bisa meraih salah satunya. As a creator, you can always choose either money or satisfaction of doing it. Dan ketika pertama kali mengerjakan sebuah pekerjaan, saya tidak pernah memilih uang. Sehingga, kepuasan adalah sebuah hal yang tertancap di pikiran dan hati saya. Tapi setelah saya menyimak sebuah dvd yang berisikan film yang pernah saya buat, saya menyadari  bahwa saya benar-benar tidak bisa meraih keduanya.

 

Saya kembali teringat betapa sulitnya situasi yang kami alami saat memproduuksi film tersebut, dan betapa semua kejadian itu masih membekas di pikiran saya sampai saat ini. (Don’t blame me, im a libra). Saya juga baru menyadari bahwa nama saya ditulis di bawah nama asisten. Huh? How ‘great’ is that? I don’t know if it’s an honest mistake or not. It’s just not appropriate. Dan yang paling membuat saya jengah, adalah ketika melihat gambar dalam film tersebut terlihat seperti tercelup pemutih…


 Huh?

If we can’t even have one of them.. then, what’s the point to stay?

meracau lagi

“The first step is in your head. So don’t think about it, buy a flight ticket tomorrow and then worry about it on the plane. This is the hardest step.”

Ian Wright

Untungnya, sekarang ini saya sudah berada dalam first step yang Ian Wright bilang. Hanya tinggal menunggu termin, sendiri atau bersama teman-teman, saya benar-benar akan melakukan apa yang ia katakan di atas. We’ll just wait and see…

Bangkok, here i come!

biofuel

Selama ini saya salut dan iri apabila melihat perilaku dan  kebijakan lingkungan yang diterapkan oleh negara-negara di Eropa. Tapi, semua itu berubah setelah saya mengetahui lebih jelas bagaimana sebenarnya permasalahan lingkungan yang sekarang kita hadapi. Sambil menyantap sushi di Dimsum Kemang, seorang teman bercerita mengenai pengalamannya tinggal di salah satu negara maju di benua itu.

Sekarang ini, sebagian besar kendaraan yang mereka gunakan merupakan kendaraan dengan bahan bakar biofuel, yang menggunakan minyak olahan yang bukan berasal dari minyak bumi, melainkan minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kelapa sawit.

Sepintas, memang tekhnologi ini terlihat sebagai sebuah ide yang brilian. Namun, apabila kita mencermati bagaimana minyak kelapa sawit ini mereka peroleh, orang normal manapun yang peduli dengan lingkungan dan tinggal di Indonesia pasti akan berpikir sebaliknya.

Yang ironis adalah, tekhnologi yang diniatkan sebagai penyelamat lingkungan ini, justru semakin merusak paru-paru dunia. Minyak olahan dari kelapa sawit yang mereka gunakan merupakan hasil dari perkebunan-perkebunan yang sebagian besar berada di wilayah teritori Indonesia. Perkebunan ini semakin meluas jumlahnya seiring dengan semakin besarnya permintaan dari negara-negara Eropa dan Amerika.  Dan karena terbatasnya lahan, maka hal yang dilakukan oleh para pengusaha kelapa sawit ini adalah dengan membabat hutan lindung.

Ya  no wonder lah kalo kemudian Indonesia masuk ke dalam urutan pertama negara di dunia  yang paling cepet ngebabat hutan… dodol…

 

Warm Whisper

Rating: ★★★★★
Category: Music
Genre: Pop
Artist: Missy Higgins

‘Warm Whisper’

Adalah sebuah single lama milik Missy Higgins yang entah kenapa single ini baru masuk ke dalam album terbarunya “On a clear night”. Pertama kali saya mendengarkan lagu ini adalah ketika secara gak sengaja saya menemukan video live-nya di youtube.

Bagaikan sebuah bisikan yang hangat di telinga saya, ‘Warm Whisper’ langsung membuat saya jatuh hati ketika pertama kali mendengarnya. Mungkin karena saya suka sekali dengan suara organ yang menjadi intro dalam lagu ini, atau mungkin juga karena alunan suara Higgins yang mengingatkan saya akan Sarah Mclachan.

Yang lebih menyenangkan adalah, bahwa lagu ini kemudian diangkat menjadi salah satu soundtrack dari Sisterhood Of Travelling Pants 2, bersama dengan lagu-lagu hits seperti ‘Strange & beautiful’ milik Aqualung, dan ‘Girls Just wanna Have Fun’ milik Cyndi Lauper.

Love it!

ps: Buat yang penasaran, lagu ini saya pasang di halaman home. Tolong jangan dibajak, ya… lol;p Enjoy!

internet_freak

Sebelum yahoo messenger dan sejenisnya ngetop, kita mengenal sebuah chat service yang bernama MIRC. MIRC ini, canggih banget dan cukup membantu saya untuk membunuh waktu dan bersosialisasi dengan orang-orang di luar sana. Asiknya, di dalam chat service ini, ada banyak chatroom yang memiliki kategorisasi sendiri. Misalnya, untuk anak-anak ABG, kita biasa chatting di #teenchat, #prambors, dsb. Kalau kita suka banget sama klub sepakbola tertentu, bisa juga chatting di chatroom seperti # liverpool. # ac milan, dsb.

Nama chatting saya adalah essexdogs. Terinspirasi dari judul lagu sebuah grup musik bernama blur yang emang sedang ngetop pada masa itu. Saat sedang asik chatting, essexdogs kemudian berkenalan dengan seorang dengan nama sebutan tommyhyppia. Melihat namanya saja, kita bisa tahu kalau orang ini sangat menyukai liverpool, khususnya bek liverpool yang bernama Sammy Hyppia. Karena itulah, essexdogs dan tommyhyppia bisa nyambung satu sama lain, karena, essexdogs juga adalah penggemar liverpool.

Setelah beberapa lama chatting, kami memiliki banyak kesamaan seperti rumah tommyhyppia dekat dengan rumah sahabat essexdogs,  tommyhyppia diterima masuk kuliah di tempat kuliah gebetan seumur hidupnya essexdogs, dsb… Maka sejak itulah essexdogs dan tommyhyppia menjadi teman diskusi baik dalam dunia maya, maupun dalam kehidupan nyata…

YM! 10 Agustus 2008

19.00 PM

flagpolle_sitta

hauahah..

lo tau gak di New Zealand itu lebih banayk domba daripada orang?

max havellar

justru itu, gue mau nemenin orang-orang di sana

semuanya udah siap nih, tinggal tiketnya aja.

flagpolle_sitta

hauaha.. mau kerja apa lo di sana?

gembala domba?

max havellar

jangankan gembala domba

jadi pemerah sapi juga gue mau

flagpolle_sitta

hauahaha, yang bener lo

emang ada yang buka lowongan jadi pemerah sapi?

max havellar

ada

flagpolle_sitta

huh? seriusan?

tau dari mana lo?

max havelar

google…

Advertisements