Monthly Archives: July 2011

there’s something about umur

“The older I get, the less young I feel”
                                                          – Alec Baldwin


Ola!

Umur emang selalu jadi topik bercandaan yang asik tiap kali ketemu temen-temen. Apalagi pas jaman-jamannya kuliah. Kata-kata kayak “Opa”, “Kakek” atau pengaitan zaman pra sejarah sama tahun kelahiran Pongki, misalnya… selalu jadi bahan yang seru buat dibencandain. LOL. *no offense, pong*


Tapi sekarang?


Nope. Semua itu jadi gak lucu lagi.


Yep. I was talking about it beberapa waktu lalu waktu ngobrol sama Andres, juga sama si Dika yang secara gak sengaja ketemu di jalan menuju JRL. Fakta bahwa Pongky sekarang udah bukan 20-an lagi sungguh bikin gue deg2an. Karena berarti, gak lama setelah ini, gue akan beranjak juga dari fase 20-an. Jeng jeng!


Semua drama ketakutan menuju 30 ini kemudian berlanjut di JRL hari terakhir. Tepatnya ketika gue melihat wujud Angie Hart, vokalis Frente! yang kalo di gambar pin up gue dulu sungguh sangat funky dengan rambut merah pendek dan anting di idung. Dan lo tau kayak apa dia sekarang?


Oh my…

Advertisements

mikir


Ola.

Suatu hari, seorang Bapak dateng ke rumah Kakek & Nenek di Malang. Atau lebih tepatnya rumah Bapak dan Ibu, karena itu adalah panggilan gue ke mereka. Yep. Tinggal beberapa lama terpisah dari orangtua dan menghabiskan waktu sama mereka, emang bikin gue gak tau konsep Kakek-Nenek pada saat itu… Oke. Kembali ke kejadian yang di awal, ketika ada seorang Bapak dateng ke rumah siang itu. Seperti biasa gue yang ngebukain pintu dan menerima sang tamu pertama kali.

Bapak itu kemudian menyanyakan suatu hal yang gak bisa gue jawab saat itu.
“Pak Mantri ada?” katanya. Hmm. Gue cuma bisa bengong. Not knowing what to say karena Pak mantri yang dia maksud tadi adalah “Bapak”. Kakek gue yang meninggal beberapa waktu yang lalu.

Seperti anak-anak pada umumnya, saat bingung gak tau mau ngapain, maka hal pertama yang lo lakukan adalah mencari orang dewasa. Saat itu otomatis gue berlari ke dalam rumah, dan manggil Om, untuk ngebantu ngasih penjelasan ke sang tamu.

Gak lama si Om menemui tamu tadi. Gue gak ikut keluar, karena seinget gue.. itu adalah salah satu moment teraneh yang pernah gue alamin, dan asli. Gak ngerti gimana ngadepinnya. Yang gue bisa lakukan adalah ngintip dari jendela. Ngeliat gimana situasi “awkward” itu diatasin oleh orang dewasa.

And there you go. Gak lama setelah Om ngejelasin apa yang terjadi ke si tamu, gue melihat si tamu tadi terdiam dan perlahan menangis. Yep. Nangis karena dia ngerasa kehilangan seorang mantri yang selama ini banyak ngebantu dia nanganin masalah kesehatannya.

And it strike me.

Sekarang gue jadi mikir. How great is that, blog?
Apa yang telah dicapai Bapak selama hidupnya jadi mantri. Ngelayanin antrian orang yang dateng ke rumah setiap hari sampe malem, hari-harinya dia yang harus dia bagi jadi pekerja di pabrik dan jadi mantri di sisa harinya… ternyata worth it. Ada orang-orang diluar sana yang tersentuh sama apa yang Bapak kerjain. Orang yang menangis, kehilangan ketika dia pergi.

Huff…

Jadi mikir. Gimana caranya lo bisa achieve itu semua dalam hidup? I was throwing myself to work dari bertahun-tahun yang lalu…Jumpalitan ngerjain semuanya sampe gak kepikiran hal lain dalam idup…and all that i’ve got from that many years working was… a broken heart.

How did that happened?!

Just Go With It

Rating: ★★★
Category: Movies
Genre: Comedy

LOL.

Mungkin adalah kata kalimat yang cocok buat ngegambarin suasana ruang tv gue waktu nonton film ini. Yap. Karena bioskop gak kunjung nayangin ni film, akhirnya gue nontonnya di dvd.

Filmnya bercerita tentang seorang dokter bedah plastik yang nyuruh asisten (beserta kedua anak si asisten) untuk jadi keluarga palsunya, karena si dokter lagi ngegebet cewe yang oke banget dan sangat suka banget sama family man :))

Kesimpulannya… gue suka banget film ini. Mungkin ini bisa dibilang ini adalah film Adam Sandler ketiga favorit gue setelah 50 First Date sama The Wedding Singer. Lucu!! Gw suka banget gimana Sandler & Aniston mainin karakter mereka. Juga gimana tek tok dialog mereka yang begitu mengalir dan berhasil bikin gue ngetawain jokes2 keseharian mereka di film ini. Selain itu, 2 pemain anak kecilnya juga menambah ke-hillarious-an ni film. Karakter anak2 ini out of the box dan bener2 bikin ngakak. LOL 😀 Satu lagi kejutannya adalah munculnya Dave Matthews dan Nicole Kidman yang meranin karakter nemesisnya Aniston di sini. Seneng aja ngeliat Nicole Kidman main komedi kayak gini :))

Jadi, kalo punya waktu buat nonton dvd, gak ada salahnya kalo mau nonton Just Go With It. Lucu 😀

notes notes :)


Ola!

So. Kart’s back in town, blog. Sebagai penebusan rasa bersalahnya karena nonton Liverpool main di “Einfield” (kalo menurut ejaan di bbmnya waktu itu) , dia pun ngebawain gw oleh-oleh Jersey Liverpool musim kemarin. Lumayan berhasil sih penebusan rasa bersalahnya itu. Soalnya kebetulan banget, gue emang lagi kepikiran pagi-paginya “kenapa gue gak beli Jersey yang ini?”
 

Trus.. apalagi ya yang bisa gue ceritain di sini sekarang? Hmm.. Oh. Jadi rumornya nih, 2 hari lagi kita udah bisa lagi nonton film-film box office Hollywood di bioskop. Gak tau gimana caranya atau gimana ceritanya kenapa film2 tadi bisa lagi ada di sini, bodo amat. LOL 😀 Gak sabar banget mau nonton Harry Potter. Soalnya beberapa hari belakangan, film2 Harry Potter lagi diputer ulang di beberapa channel di TV kabel.Dan gue pun nontonin film2 tadi. Dan makin lah pengen banget nonton film yang terakhir ini yang menurut ebberapa review sih BAGUS BANGET. Gak tau apakah cuma karena euphoria, atau karena emang beneran bagus.


Oiya.  Beberapa waktu yang lalu, terlibat sebuah diskusi gak penting tapi cukup memberikan pencerahan buat gue. Jadi, minggu lalu si mas Hikmat Darmawan main ke PlotPoint. Setelah kelar ngobrolin hal penting seputar kelas yang bakal kita bikin bareng di PlotPoint, pembicaraan kemudian berkembang ke pertanyaan-pertanyaan anak pertengahan 20-an tentang Tuhan. Di luar dugaan, mas Hikmat mengeluarkan beberapa statement yang masuk akal banget buat gue. Salah satunya adalah statement “Tuhan itu Maha Pengampun, loh” yang langsung kita sambut dengan riang gembira. LOL  Selanjutnya obrolan tadi pun makin melenceng ke arah yang semakin gak penting sebenernya buat diobrolin sama seorang “tokoh intelektual” macam Mas Hikmat. Yep. Ngomongin cantikan mana Cinthami apa Minati Atmanegara. PENTING banget kan?


Anyway, itu aja kayaknya yang bisa gue catet di sini, blog. Sabtu besok bakalan ada The Cranberries di JRL. Yep! Can’t wait! Semoga tahun ini bisa seseru tahun lalu. Semoga bisa tos lagi sama salah satu personil band oke di JRL kayak taun lalu waktu tos sama The Vines. LOL.


C ya!

PS: Mel C baru release single baru. Dan klipnya engga bgt. FYI aja -_-”

surviving jakarta

Ola!

I’ve been thinking lately, blog. Banyak banget rencana gue yang sepertinya gak akan terlaksana tepat pada waktunya. Yep. sebagian besar dari rencana itu adalah mewujudkan keinginan gue buat travelling ke tempat-tempat idaman, yang salahsatunya bahkan dengan gagah berani gue tuliskan ke dalam resolusi 2011. Yoi. LONDON. I’ve been dying to go to that place for ages! I live, eat, drink, sleep thinking about it.

Hmmmf!

Tapi, yah itu tadi. Kadang-kadang kenyataan gak sesuai sama harapan. Tapi, bukan berarti harapan itu kemudian bisa lo buang gitu aja. Nope. It’s not that simple, blog. Jadi, sambil menunggu saat itu datang, i might have to deal with the situation. Menjalani hari-hari penantinan *tsaah* miles away from London.

Jakarta.

Temen gue pernah ngasih statement tentang Jakarta di akun twitternya. “We’re not living here, we’re surviving”. Sebuah statement yang gue sambut dengan gembira karena memang begitu adanya 🙂 Beberapa kali mungkin penah gue nulis statement itu di sini, blog. karena emang kalo lo liat gimana kehidupan di Kota ini berjalan… sungguh sulit nyamain persepsi tentang apa itu “hidup”.

Nah. Terinspirasi dari statement temen gue tadi, blog… Gue kepikiran buat do something fun about it. Buat mengusir rasa bosan dan bete gara-gara gagal ke London tahun ini. Hiks 😦 Jadi..setiap hari (mudah-mudahan) atau sesering mungkin lah, blog. Gue bakal posting cerita gue tentang #survivingjakarta. It could be anything. Bisa omelan ke si Kumis, bisa cerita tentang orang aneh yang gue temuin di busway, bisa lagu, bisa foto, bisa apapun. Apapun yang berhubungan sama usaha gue #survivingjakarta.

Let’s get it started!

Tomorrow.
*narik selimut trus tidur*

Catatan harian Si Boy

Rating: ★★★
Category: Movies
Genre: Drama

“Akhirnya!”

Itulah kalimat yang terucap dalam hati selesainya gue nonton film ini. “Akhirnya!” setelah sekian lama ada juga film Indonesia yang bisa bikin gue ketawa tulus (catat: tulus bukan sarkas). Setelah sekian lama pula “Akhirnya!” ada juga film Indonesia yang ditonton penuh di bioskop. Dan “Akhirnya!” ada juga film yang passs banget buat Robertino! Hehehe.. 🙂

Catatan Harian Si Boy ini bukanlah lanjutan dari film-film Catatan Si Boy sebelumnya. Ceritanya seputar Satrio (Ario bayu) yang sibuk berusaha ngebantuin Natasha (Carisa Puteri) yang adalah anak dari Nuke untuk mencari cinta lamanya si Nyokap: Boy.

Secara keseluruhan, film ini punya “kuncian” sukses film Catatan si Boy sebelumnya: cewe, mobil, berantem, dan teman-teman yang lucu dan menyenangkan yang dulu diwakilin sama Emon & Kendi :))

Yep! Kali ini 2 karakter tersebut hari di Heri sama Andy dan keduanya dimainkan dengan sangat baik sama Albert Halim & Robertino.. *eh.. Abimana Setya 🙂 Gue ketawa girang ngeliat dua orang ini 🙂 Asik banget becandaannya. LOL 😀

Yah, walaupun ada beberapa hal yang mengganggu di cerita dan vokal… ya udah sih.. biarin aja :))

Overall, walaupun ini bukan film yang “WAH”, tapi gak rugi lah ngeluarin uang ke bioskop buat nonton film ini 🙂

kucing!

Jadi ceritanya gue nonton Dog Whisperer, acara tentang seorang ahli komunikasi anjing namanya Cesar Millan yang jago banget menangani anjing. Berbagai masalah psikologis anjing doi bisa ngatasin, blog. Canggih banget kan?


Di acara itu, Cesar selalu bilang. “Be a pack leader!” yang maksudnya jadilah pemimpin buat anjing lo. Jadi intinya, kita yang harus ngatur anjing, jangan anjing yang ngatur kita.


Jadilah gue mencoba mempraktekkan itu ke Singa. . Yak I know, singa itu kucing bukan anjing.. tapi namanya juga nyoba. Gak ada salahnya kan? Masalahnya kucing ini susyee banget diaturnya, blog. Bukan karena dia suka pipis atau ee’ di sembarang tempat, tapi karena kebiasaannya dia gak pulang!


Emang kelakuannya luar biasa si kucing ini. Pulang ke rumah cuma buat makan doang. Kalo gue beruntung, kucing ini bakal tinggal di rumah selama 1 atau 2 jam maksimal sesudah makan. Tapi, akhir-akhir ini menggila. Gak pulang seminggu, trus sekalinya pulang bener2 cuma buat makan doang. Abis gitu cabut lagi entah ke mana.


Suatu hari, gue malah pernah ketemu doi lagi nongkrong di mana coba… WARTEG! Seriusan! Nongkrong di warteg barengan segambreng kucing gak keurus lainnya! Gimana coba mau gak senewen! Pas ketemu, gue panggil tu kucing dan akhirnya dia pun nurut pulang ke rumah.


Luar biasa kan kelakuannya, blog.


Nah, kemaren ini gue nyoba tuh tekniknya si Cesar Millan. Pertama gue harus menanamkan kepercayaan diri yang tinggi dalam diri sendiri, kalo gue adalah LEADER buat si kucing. Oke. Gue coba konsentrasi. Fokus. Abis gitu, begitu si kucing kelar makan dan menuju pintu… gue terapkanlah itu teknik Cesar Millan. Bilang ssst! sambli nunjuk ke si kucing.


Dan apa yang terjadi!?!?


Yak. Nothing.


Percuma ya!? yang ada si Singa tambah bawel gak karuan ampe bikin kuping pengeng. Akhirnya gue biarkanlah si kucing ini menemukan jalannya sendiri di dunia luar.


Huh… dasar, kucing!

Advertisements