Awet muda

Tubuh menua

Dan kebosanan ini

Awet muda

Advertisements

Posting awal tahun

Postingan ini saya tulis setelah 2 minggu melewati tahun 2017. Tumpukan kerjaan, gangguan social media dan kelangkaan sinyal im3 menjadi faktor betapa jarangnya saya nulis blog di tahun 2016, dan nggak nulis blog goodbye 2016. 

Karena ini udah masuk 2017, baiknya saya catat aja apa-apa yang terjadi dalam hidup saya selama 2016, yang teringat di kepala saat ini. 

2016 emang jadi tahun yang aneh buat sebagian besar masyarakat dunia. Perang yang makin menggila di timur tengah, krisis pengungsi, kematian beberapa selebriti mulai dari ilmuwan, musisi, aktor, hingga kematian akal sehat sebagian masyarakat Amerika yang dengan ajaibnya menjadikan Donald Trump sebagai presiden. 

Buat saya sendiri, 2016 is kinda mixed up. Dibikin patah hati sama orang-orang di kerjaan dan di area percintaan (ceeileee), bisa ketemu Doraemon dan Totoro di Jepang, sampe bisa ngabisin waktu berkualitas sama teman-teman dan mulai serius ngomongin komitmen.

At some point in my life, rasanya saya lumayan bertambah dewasa. Hahaha. Nggak tau sih kalo orang ngeliatnya nggak gitu, minimal saya ngerasanya udah. 

Pada akhirnya, 2016 membuat saya lebih banyak mensyukuri apa yang saya temui di keseharian. Orangtua, teman-teman, pekerjaan, kopi enak setiap pagi di goni, pacar, juga kucing-kucing lucu yang memeriahkan suasana setiap harinya.

Terima kasih, semua 🙂

Bob Dylan, The Poet.

bob-dylan-1300x630__artist-large

Nobel Prize in Literature kali ini diberikan kepada  penulis lirik lagu. Dan orang itu, blog, adalah Bob Dylan. Gila. Seneng banget dengernya. Lirik lagu?! Literarature?! Hahaha…Tentu saja banyak orang yang nggak sepakat dan akan berargumen panjang lebar soal ini. Terserah.

“Yes, to dance beneath the diamond sky with one hand waving free, silhouetted by the sea, circled by the circus sands, with all memory and fate driven deep beneath the waves. Let me forget about today until tomorrow.”

Well-deserved, Bob.

Di Udara

 

Processed with VSCO with hb2 preset

Efek Rumah Kaca di Gudang Sarinah, 5 September 2016

Ku bisa tenggelam di lautan 

Aku bisa diracun di udara

Aku bisa terbunuh di trotoar jalan 

Tapi aku tak pernah mati

Tak akan berhenti

Lirik ini yang semalam lantang dinyanyikan oleh seribuan orang yang hadir di Gudang Sarinah. Suasana yang secara otomatis bikin gue merinding.

18 tahun setelah reformasi. 12 tahun setelah Munir diracun dan mati. Sungguh suara kebenaran itu nggak akan pernah mati.

Fragments of Time

That moment when you think about someone and this song suddenly playing in the car…

“Fragments Of Time”
(Daft Punk Feat. Todd Edwards)

Driving this road down to paradise
Letting the sun light into my eyes
Our only plan is to improvise
And it’s crystal clear
That I don’t ever want it to end
If I had my way I would never leave
Keep building these random memories
Turning our days into melodies
But since I can’t stay

I’ll just keep playing back
These fragments of time
Everywhere I go
These moments will shine

Familiar faces I’ve never seen
Living the gold and the silver dream
Making me feel like I’m seventeen
And it’s crystal clear
That I don’t ever want it to end
If I had my way I would never leave
Keep building these random memories
Turning our days into melodies
But since I can’t stay

I’ll just keep playing back
These fragments of time
Everywhere I go
These moments will shine

sheldon cooper.

Beberapa minggu lalu, Sheldon Cooper ketahuan puya kebiasaan buruk menyimpan barang-barang bekas pakai yang seharusnya sudah dibuang. Dari sikat gigi sampe laptop, semua tersimpan rapih di satu gudang penyimpanan sewaan.

Kenapa?

Kenapa, Sheldon?!

*lau melengos pergi*

Random thoughts about bullying.

Semasa sekolah, sering banget gue menyaksikan temen gue dibully, atau temen gue ngebuly. Bullying kayaknya jadi hal yang wajar saat lo ada di lingkungan sekolah. Dan pada saat itu, sejujurnya gue nggak yakin gue mau menempatkan diri di mana. Satu  hal yang saat itu gue lakukan, adalah menyaksikan semuanya. Bahkan di beberapa kesempatan, gue menyimpan dokumentasi kejadian-kejadian itu.

Baru setelah beranjak dewasa, gue mulai bisa ngelihat bullying dengan perspektif baru. Gimana bullying ternyata bisa berpengaruh sama seseorang. Gue kenal beberapa orang yang dibully habis-habisan selama sekolah. And they turned out not okay. Ada sesuatu yang rusak dalam diri mereka. Kepercayaan diri, kepercayaan kepada orang lain, hingga cara mereka memperlakukan orang lain. Bahkan, ada juga beberapa orang yang gue kenal, sampe haus menjalani perawatan kejiwaan karena bullying masa sekolah. Dan satu lagi.  Sialnya, beberapa orang yang gue temui, akhirnya ngasih efek yang nggak enak juga ke orang lain. Seperti lingkaran setan kejahatan, nggak tau akan berhenti di mana.

Bahkan di umur-umur sekarang, thanks to social media, gue pun masih merasa nggak mudah buat mengidentifikasi apa yang gue lakukan kepada orang lain itu adalah bentuk bullying atau bukan. Apakah ketika gue menyampaikan opini secara keras, itu juga adalah bentuk bully kepada orang lain yang nggak seopini sama gue? Apakah ketika gue Meng-RT sesuatu yang bersebrangan sama orang itu bentuk bully? Sometimes i just cannot tell.

Satu hal yang gue tau, nggak mudah untuk memahami manusia. And when it comes to human relation, you just have to be careful.

roadtrip (part 1)

 

Untuk merayakan pergantian tahun, saya bersama Fitri, Yayu dan Ami iseng menghabiskan waktu libur dengan melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bali. Awalnya cuma ingin jalan-jalan naik mobil sih, tapi seperti layaknya manusia lain, kami BM (Banyak Mau). Jadilah dipilih Bali sebagai destinasi.

Kami memulai perjalanan pukul 02.30 pada tanggal 24 Desember 2015. Kami pikir, dalam waktu 5 jam kami sudah bisa kulineran di Cirebon. Namun, seperti layaknya hidup, kita cuma bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan.

Nggak tau juga kenapa kok ya pilihan Tuhan saat itu adalah membuat perjalanan dari Jakarta menuju keluar tol Cikampek yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu 3 jam, kini harus kami tempuh dalam waktu 8 jam. Yup. 8 JAAAAMM!

Begitu keluar tol Cikampek, barulah kami mengerti apa maksud Tuhan. Ternyata, Tuhan bermaksud membuat kami makan di warung sate Maranggi yang letaknya dekat sekali sama gerbang tol Cikampek. Dan ketika kami tiba, tempat itu masih sepi pengunjung, jadi mesennya cepet dan nggak harus mengantri. Sungguh. Tuhan emang pengertian.

Changes

Kurang ajar sekali rasanya kalo nggak mencatat kematian David Bowie di sini. Sebagai tribute, let me put this special song from the man. Thank you for the music, Ziggy.

 

 

tahun baru

Tidak ada petasan atau kembang api di pergantian tahun kemarin. Mungkin benar nggak ada, atau mungkin karena gue tertidur lelap di kamar hotel di Solo setelah siang harinya mengalami kejadian yang biasa dikenal dengan “near death experience”. Iya. Siang hari tanggal 31 Desember kemarin, mobil yang gue dan teman-teman tumpangi hampir saja ditabrak bus. Jadi, mungkin karena masih shock atau sesederhana karena berada di Solo di malam tahun baru,  gue memutuskan untuk lebih baik tidur. Lagipula, penutupan tahun 2015 memang sudah selayaknya dirayakan dengan tidur yang lelap.
Benar-benar tahun yang melelahkan.

Advertisements